PENTINGNYA ALKALI BAGI KESEHATAN KITA

Mari kita sadari akan betapa pentingnya keseimbangan pH di dalam tubuh kita. Ternyata, tubuh harus memiliki kadar basa yang lebih tinggi dibandingkan kadar asam-nya. Kesehatan dimulai dengan keseimbangan asam-basa yang benar di dalam tubuh kita. Tingkat pH cairan sangat mempengaruhi kondisi setiap sel di dalam tubuh kita. Ketidakseimbangan asam-basa akan menyebabkan begitu banyak kerugian bagi tubuh kita, bahkan hal ini akan dapat menyebabkan komplikasi masalah kesehatan.

Karena satu dan lain hal, terkadang tubuh kita mengatur suhu secara kaku, sehingga hal ini akan mengakibatkan kadar pH yang kurang baik, terutama bagi tingkat pH dalam darah. Sebagai contoh konkrit, ketika sebuah tubuh yang bermasalah berusaha mempertahankan pH darah dalam kisaran pH 7,365 (pH Normal), upaya ini justru menyebabkan stres pada jaringan lain dan juga sistem tubuh serta organ-organ lainnya. Hal seperti ini akan mengakibatkan keasaman kronis yang dapat mengganggu semua aktivitas selular dan fungsi-fungsi yang ada, yang tentunya juga akan mengganggu metabolisme tubuh itu sendiri.

Bila pH tubuh keluar dari keseimbangan (terlalu asam), kita mungkin akan mengalami penurunan tingkat energi, kelelahan, kelebihan berat badan, pencernaan yang buruk, sakit serta nyeri, dan bahkan gangguan yang lebih serius.


Siklus keasaman dalam tubuh biasanya bermula sebagai akibat dari tiga hal berikut:

1.  Pola Makan yang Cenderung Asam
Terkadang pola makan kita cenderung didominasi oleh zat-zat yang memiliki kadar asam yang terlalu tinggi, seperti gula olahan, daging, susu, kopi, alkohol, dan lain-lain, dimana hal ini akan menyebabkan limbah asam melimpah di dalam tubuh. Pola makan seperti ini akan membebani kemampuan tubuh dalam upaya menetralisir apa-apa yang kita konsumsi.

2.  Penciptaan Asam
Patogen dan micro organisme merugikan menciptakan racun dalam tubuh. Karena tubuh menjadi lebih asam, maka bakteri jahat, ragi dan micro organisme merugikan lainnya akan berkembang biak di dalam tubuh. Organisme ini hidup dan memakan zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu mereka juga memproduksi limbah racun, dan racun ini seringkali mengakibatkan peng-asam-an (acidifying).

3.  Pembersihan Asam yang Tidak Baik
Tidak semua asam memiliki sifat yang sama, ada yang bersifat lemah dan ada pula yang kuat. Asam yang bersifat lemah seperti asam sitrat lebih mudah untuk dinetralkan dari pada asam yang bersifat kuat seperti asam urat. Tubuh menggunakan banyak sistem dalam rangka untuk menyangga asam, seperti sistem pernafasan, cadangan mineral, dan juga lemak. Bila sistem penyangga terganggu, maka hal ini akan membangun tumpukan asam.


Proses membangun kembali keseimbangan asam-basa dapat dimulai dengan diet yang tepat dan gizi yang cukup. Hal ini termasuk makan makanan beralkali (sayuran, buah-buahan gula rendah, dan lain lain), dan mengkonsumsi air beralkali yang terionisasi dan terstruktur, serta suplemen yang tepat.

Langkah berikutnya dalam menjaga keseimbangan pH (asam-basa) adalah dengan pemenuhan air bagi tubuh. Air super stable alkali adalah faktor yang paling penting dalam membentuk dan menjaga keseimbangan asam-basa yang tepat. Karena 70% tubuh kita adalah air, maka sangat penting untuk terus melengkapi pasokan air bagi tubuh kita. Pada fungsi tubuh yang normal, tubuh akan kehilangan 2,5 liter air setiap harinya. Kualitas air yang kita minum sama pentingnya dengan kuantitas air yang kita minum. Air yang kita asupkan ke dalam tubuh harus mampu mencegah racun dan zat-zat kimia yang merusak sel-sel tubuh kita. Selain itu air yang kita asupkan ke dalam tubuh juga harus mengandung mineral dan nutrisi yang dibutuhkan untuk metabolisme sel serta mampu menangkal setiap zat yang dapat merusak sel. Idealnya, air yang kita minum harus memiliki pH antara 9 sampai dengan 10, dan total air yang harus kita minum adalah 3-4 liter setiap hari.

Dalam rangka menjaga kelembaban tubuh kita secara optimal, kita perlu meminum air yang bersifat basa dan terionisasi. Air alkali yang terionisasi dan mengandung mineral organik sangat membantu untuk menetralisir asam dan racun. Setelah asam dan racun dinetralkan, maka asam dan racun akan dapat dikeluarkan oleh tubuh. Air alkali yang mengandung mineral organik dan terionisasi juga bertindak sebagai konduktor kegiatan elektrokimia dari sel ke sel. Hasil dari studi dan penelitian menunjukkan bahwa air alkali yang terionisasi dan mengandung mineral organik dapat membantu tubuh melawan penyakit dan memperlambat penuaan dengan cara :
-  Meningkatkan hidrasi intraselular;
-  Memberi asupan mineral secara esensial;
-  Menstabilkan dan melindungi sel;
-  Membantu mempertahankan aliran normal darah dan keseimbangan asam-basa;
-  Membuang dan mencegah penumpukan racun dalam sel; dan
-  Mencegah pembentukan radikal bebas yang merusak sel.

Subscribe to receive free email updates: