OLIGOMENORE (KETIDAKTERATURAN HAID) MILAGROS DAN OLIGOMENORE

Ketika dalam kondisi hamil dan kemudian seorang wanita tidak mengalami haid tentunya adalah hal yang wajar dan hal ini bukan merupakan masalah kesehatan. Berkaitan dengan hal ini, maka kondisi seperti ini tidak memerlukan penanganan secara khusus. 
Beralih pada penyebab lain dari ketidakteraturan haid (Oligomenore) seperti: masalah Stres, Diet (pola makan), Pil KB, Obat-obatan, dan Alkohol.
Sebagaimana diketahui, bahwa hampir semua dari penyebab ini erat berhubungan dengan limbah asam. Oleh karenanya, maka dalam hal ini MILAGROS sebagai air alkali berkualitas menjadi sangat penting untuk melakukan pembersihan limbah asam ini.
Dengan penetralan (pembersihan) ini diharapkan fungsi dari seluruh organ dapat kembali berjalan normal.
Selain kealkaliannya, perlu diingat bahwa MILAGROS juga merupakan produk yang memiliki Powerful Scalar Energy.
Hal ini penting karena energy skalar dapat menstimulasikan kelenjar endokrin yang erat kaitannya dengan sinkresi dan sintesa hormone.
Hal ini sangat relevan dalam mengatasi haid yang tidak teratur, khususnya yang disebabkan oleh Pil KB ataupun Olah Raga berlebih, karena masalah yang timbul dari keduanya biasanya berhubungan dengan masalah-masalah abnormali hormonal.
Beranjak pada ketidakteraturan haid karena Sindroma Ovarium Polikistik, maka kita sama-sama tahu bahwa selain alkali MILAGROS juga merupakan Anti Oksidan yang baik.
Kombinasi diantara keduanya akan meminimalisir atau bahkan mengenyahkan habitat TBC (Toksin/Racun, Bakteri, Candida/Jamur). Dengan demikian, MILAGROS-pun merupakan asupan ideal untuk mengantisipasi hal ini.
MILAGROS dan MENOPAUSE
Membahas soal menopause, tidak ada seorangpun yang dapat dengan pasti menentukan kapan menopause ini akan datang.
Kebanyakan wanita akan mengalaminya pada usia 50 tahun, tetapi tidak menutup kemungkinan akan terjadi lebih cepat atau lebih lambat.
Proses menopause ini akan memakan waktu antara 3–5 tahun sampai dinyatakan lengkap, ketika seorang wanita telah berhenti haid selama 12 bulan.
Sebagian wanita takut menghadapi menopause karena akan mengurangi peran atau kesempatan untuk berprestasi.
Bila sudah demikian, umumnya beban stres mereka semakin bertambah, karena terbaginya pikiran untuk pekerjaan dan keluarga.
Mereka dihadapkan pada berbagai perubahan dalam diri maupun kehidupan rumah tangga.
Padahal, proses ini tidak akan menghambat kinerja mereka. Semua bergantung pada pikiran masing-masing individu.
Karena itu, penting bagi kaum wanita untuk membekali diri dengan ilmu melalui pembahasan tentang menopause; didukung dengan perkembangan teknologi kedokteran yang juga semakin canggih untuk mengatasi berbagai ketidaknyamanan selama masa ini terjadi.
Mungkin Anda akan bertanya apa saja yang akan terjadi pada diri Anda saat Anda mengalami menopause.
Ya, masa ini sering dibarengi dengan berbagai keluhan, seperti hot flush (semburat panas dan keringat malam hari), insomnia, sakit kepala, mood swing (perubahan suasana hati secara drastis).
Gejala pada masa perimenopause ini mirip dengan PMS (pre-menstruasi syndrome), yang umumnya timbul menjelang haid.
Penyebabnya sama, yaitu terjadinya perubahan hormon. Pada wanita menjelang menopause, penyebab utama adalah menurunnya hormon estrogen secara drastis.
Dari pelbagai penelitian dan kajian, diperoleh data bahwa 75 persen wanita yang mengalami menopause akan merasakan sebagai masalah atau gangguan seperti disebutkan di atas, sedangkan sekitar 25 persen tidak memasalahkannya. Beberapa hal yang mempengaruhi ”persepsi” seorang perempuan terhadap menopause, antara lain faktor kultural, sosial-ekonomi, gaya hidup, ”kebutuhan” terhadap kehidupan seksual.
Yang menarik, pada umumnya wanita Asia dan Afrika menganggap menopause sebagai ”takdir” yang harus diterima dengan realistis dan lapang dada, sedangkan kebanyakan perempuan Barat memang lebih ”cerewet” dalam menghadapi menopause beserta segala akibatnya.
Menurut Kepala Pusat Obat Pencegahan di Harvard’s Brigham and Women’s Hospital JoAnn E Manson MD PhD,wanita tidak perlu mengonsumsi obat apa pun saat menopause.
Namun, dekade 1970-an, mulai diperkenalkan suatu metode pengobatan dan penanggulangan menopause dengan menggunakan obat-obat hormon pengganti (hormonal replacement therapy/HRT) plus kalsium untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan, yang kemudian menjadi ”standar” penanganan menopause sampai sekarang
MILAGROS sebagai air dengan kandungan terbaik (mineral organik) menjadinya sebagai sebuah jenis cairan penting yang perlu dikonsumsi bagi para wanita yang telah menopause.
Hal ini mengingat diantara mineral organik yang dikandungnya adalah kalsium yang merupakan asupan yang sangat diperlukan bagi mereka yang memasuki atau telah berada di kondisi menopause.
Lebih dari itu, MILAGROS juga mengandung magnesium yang menjadikan keterserapan kalsium dalam tubuh menjadi maksimal.

Subscribe to receive free email updates: