Senin, 31 Agustus 2015

WASPADAI RASA SAKIT PADA SAAT Pipis….

Sakit sewaktu buang air kecil merupakan keluhan yang sesekali terjadi dalam hidup kita. Sebagian besar tidak berbahaya karena hanya disebabkan menahan kencing atau minum air terlalu sedikit, sehingga kencing berwarna pekat dan merangsang. Namun, bila sakit terjadi karena infeksi oleh kuman, maka harus diobati karena dapat menimbulkan komplikasi seperti pendarahan. Selain itu, infeksi juga dapat menjalar ke ginjal atau organ lainnya.
Infeksi saluran kencing atau ISK merupakan masalah kesehatan yang cukup serius bagi jutaan orang di setiap tahun. ISK merupakan penyakit infeksi nomor 2 yang paling banyak menyerang manusia di muka bumi. Umumnya penyakit ini menyerang kaum wanita tapi sering juga ditemukan laki-laki yang menderita ISK.
Sistem saluran kencing atau sistem urin terdiri dari ginjal, ureter, kandung kencing dan urethra. Diantara keempat organ tersebut, ginjalah yang paling memegang peranan. Ginjal berfungsi menyaring sampah dari saluran darah, mengatur keseimbangan cairan, dan memproduksi beberapa hormon. Ureter berfungsi mengalirkan cairan hasil penyaringan ginjal ke kandung kemih untuk disimpan sementara dan bila kandung kemih sudah penuh maka akan dikeluarkan ke dunia luar melalui saluran urethra.
Setiap orang dewasa rata-rata memproduksi satu sampai 2 liter urine per hari terggantung dari kondisi cuaca dan banyaknya cairan yang masuk.
PENYEBAB INFEKSI SALURAN KENCING
Secara normal, air kencing atau urine adalah steril atau bebas kuman. Infeksi terjadi bila bakteri atau kuman yang berasal dari saluran cerna bergerak ke urethra atau ujung saluran kencing untuk kemudian berkembang biak disana. Maka dari itu kuman yang paling sering menyebabkan ISK adalah E.coli yang umum terdapat dalam saluran pencernaan bagian bawah.
Pertama-tama, bakteri akan menginap di urethra dan berkembang biak disana. Akibatnya, urethra akan terinfeksi yang kemudian disebut dengan nama urethritis. Jika kemudian bakteri naik ke atas menuju saluran kemih dan berkembang biak di sana maka saluran kemih akan terinfeksi yang kemudian disebut dengan istilah cystitis. Jika infeksi ini tidak diobati maka bakteri akan naik lagi ke atas menuju ginjal dan menginfeksi ginjal yang dikenal dengan istilah pyelonephritis.
Mikroorganisme seperti klamidia dan mikoplasma juga dapat menyebabkan ISK namun infeksi yang diakibatkan hanya terbatas pada urethra dan sistem reproduksi. Tidak seperti E.coli, kedua kuman ini menginfeksi orang melalui perantara hubungan seksual.
FAKTOR RESIKO
Beberapa orang memang mempunyai resiko menderita ISK lebih besar dari yang lainnya. Ketidaknormalan fungsi saluran kemih menjadi biang keladinya. Batu saluran kemih, pembesaran prostat akan menghambat pengeluaran urine sehingga mempermudah perkembang biakan kuman.
Orang dengan diabetes juga rentan menderita ISK akibat dari penurunan daya tahan tubuh. Penyakit lain yang mempunyai efek menurunkan daya tahan tubuh juga merupakan faktor resiko terjadinya ISK.
Infeksi saluran kencing juga sering ditemukan pada anak-anak yang dilahirkan dengan ketidaknormalan saluran kemih.
Perempuan lebih rentan menderita ISK bila dibandingkan dengan laki-laki, hal ini mungkin dikarenakan saluran urethra yang lebih pendek dan ujung anus yang letaknya dekat dengan ujung urethra.
GEJALA ISK
Tidak semua penderita merasakan gejala ISK, tapi umumnya ada satu gejala yang mereka rasakan walau tidak terlalu menganggu. Gejalanya antara lain, sering kencing dan kesakitan saat kencing, rasa sakit sampai terbakar pada kandung kemih.
Pada perempuan merasakan ketidaknyamanan pada tulang kemaluan. Umumnya orang yang menderia ISK akan selalu ingin kencing tetapi kencing yang dikeluarkan sangatlah sedikit.
Air kencingnya sendiri bisa berwarna putih, cokelat, atau kemerahan. ISK tidak akan menyebabkan demam selama masih menginfeksi urethra dan kandung kemih, demam muncul bila ginjal sudah kena. Gejala lain saat ginjal terinfeksi adalah adanya rasa sakit pada punggung, mual, atau muntah.
PENGOBATAN ISK
Infeksi saluran kencing biasanya diobati dengan obat-obatan antibiotika. Pilihan obat dan lamanya pengobatan terggantung dari lamanya infeksi dan jenis kumannya. Bila memang gejala diatas muncul, sebaiknya segera ke dokter untuk memperoleh pengobatan. Konsumsi obat-obatan ini sebaiknya dengan resep dokter (jangan mengkonsumsi sembarangan/tanpa arahan dari ahli medis), karena penggunaan obat seperti ini memiliki dampak serius bagi organ tubuh kita.
PENCEGAHAN ISK
Adapun hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah ISK antara lain dengan cara mengkonsumsi cairan 1,5 liter sd. 2,5 liter air per hari, hal ini dikarenakan manusia memerlukan cukup cairan untuk hidup sehat. Selain dari air minum, cairan juga bisa diperoleh dari makanan, terutama sayur dan buah yang mengandung banyak cairan. Namun kebutuhan ini berubah jika ginjal tidak berfungsi dengan baik atau jantung tidak mampu memompa darah sebagaimana mestinya.
Dalam kondisi seperti di atas, kadar konsumsi cairan harus dikurangi. Karena pada kondisi seperti ini, bila pemasukan air melebihi apa yang dikeluarkan, maka cairan akan merembes keluar dari pembuluh darah dan balik masuk ke dalam jaringan kaki, tungkai, paru-paru, atau rongga perut. Hal ini ditandai oleh pembengkakan (edema) di kaki atau tungkai bawah, cairan berkumpul di perut dan di rongga dada. Pada keadaan seperti ini biasanya cairan yang dibutuhkan tidak lebih dari 0,8 liter per hari atau sesuai dengan jumlah yang disarankan dokter.
Selain itu, bentuklah budaya baru untuk menyegerakan kencing bila ingin kencing, jangan hobi menahan kencing. Hal ini sepele namun jika sering diabaikan, maka secara tidak sadar kita seperti mendaftarkan diri ke daftar tunggu penderita ISK.
Untuk perempuan saat cebok, basuhlah dari depan ke belakang bukan sebaliknya. Sebaiknya kita perlu berhati-hati ketika membersihkan daerah vital dengan menggunakan tisu. Pastikan bahwa tisu tersebut seteril, karena bisa jadi pulp sebagai bahan dasar pembuatan tisu telah tercemar oleh pestisida, atau tisu tersebut adalah hasil dari pendaur-ulangan kertas bekas. Dan bilamana perlu bawalah selalu cairan seteril/bersih untuk melakukan kegiatan pembersihat bagian vital ini.
Dalam konteks dua hal pencegahan ISK (konsumsi cairan yang cukup dan cebok dengan media seteril), MILAGROS bisa dijadikan sebagai solusi yang praktis. Selain itu, MILAGROS juga sangat membantu mengiliminir dan membasmi bakteri atau kuman yang paling sering menyebabkan ISK (E.coli) yang biasanya terdapat dalam saluran pencernaan bagian bawah, sebab kuman/bakteri yang merugikan ini tidak dapat tumbuh di lingkungan yang BASA.
Jaga pasokan cairan secara cukup dan jadikan tubuh kita selalu dalam kondisi yang BASA adalah cara untuk menjaga tubuh kita tetap sehat. Salam sehat selalu.