Jumat, 14 Agustus 2015

BAHAYA MINYAK GORENG BAGI KESEHATAN


Makanan yang diolah dengan cara digoreng memang selalu menggiurkan. Meski terlihat menggugah selera, pemanfaatan minyak goreng selama proses pemasakan, ternyata juga bisa menjadi bumerang bagi kesehatan.

Para ahli menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh kurang dari 10 persen dari asupan harian. Sumber lemak jenuh umumnya berasal dari lemak daging, lemak susu, mentega, lemak babi, minyak kelapa, minyak sawit, dan juga minyak inti sawit. Selain itu, setiap kali Anda ingin menggoreng makanan, mulailah proses penggorengan pada suhu yang benar. Minyak yang digunakan untuk menggoreng sebaiknya berkisar antara 175-225 derajat celcius.

Mengurangi jenis makanan cepat saji juga bisa menjadi solusi terbaik. Makanan cepat saji yang diolah dengan cara digoreng biasanya mengandung lemak trans. Lemak trans merupakan lemak yang sebagian terjadi saat proses hidrogenasi lemak tak jenuh selama proses pemasakan. Lemak trans juga biasa dikenal sebagai lemak trans sintetis atau lemak industri. Lemak tersebut dapat mempengaruhi kenaikan kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL), sehingga bisa menyebabkan beragam penyakit kardiovaskular seperti jantung.

Sebagai rekomendasi pilihlah minyak zaitun. Minyak zaitun memiliki kandungan asam lemak tak jenuh yang mampu menurunkan kolesterol jahat dan juga tringserida tanpa menurunkan kadar kolesterol baik. Namun bagaimanapun, sebaiknya kita sebisa mungkin menghindari makanan yang digoreng. Minyak zaitun, minyak wijen, dan minyak ikan adalah hal-hal baik bagi kesehatan. Konsumsilah minyak-minyak seperti itu namun tidak digoreng, melainkan dengan menaburnya pada makanan yang Anda konsumsi atau merebusnya ketika Anda mengolah menu Anda.

Jika Anda belum bisa secara total menghindari goreng-gorengan, lakukanlah secara bertahap. Dan untuk mengimbangi kebiasaan tidak baik ini, Anda memerlukan asupan alkali (basa) yang cukup, baik dari buah-buahan ataupun dari air dengan kadar alkali yang stabil. Hal ini penting mengingat efek buruk dari konsumsi makanan cepat saji yang digoreng (goreng-gorengan) adalah acidosis atau acidic. Asupan basa ini akan membantu memberikan perbaikan dalam menciptakan keseimbangan asam-basa pada tubuh kita.

Salah satu sumber alkali dalam bentuk air adalah MILAGROS. MILAGROS memiliki kadar kealkalian yang stabil dengan kisaran kadar alkali 9.8 pH. Selain itu MILAGROS juga diperkaya dengan Anti-Oksidan yang tinggi (-350 mV) untuk membantu proses pengikatan radikal bebas dan detoxifikasi (pembuangan racun); Hal lain yang juga merupakan hal penting yang terkandung dalam MILAGROS adalah Scalar Energy yang berfungsi untuk membantu stimulasi endokrin pada tubuh; dan juga Oksigen yang akan memberikan kesegaran ketika Anda mengkonsumsinya.