Kamis, 20 November 2014

GAYA HIDUP PICU KANKER PAYU DARA

Kanker payudara adalah salah satu penyakit paling mematikan yang dialami kaum perempuan. Seolah belum cukup menakutkan, kini muncul lagi fakta baru: satu dari delapan perempuan akan mengidap kanker payudara. Diperkirakan, hal ini dipicu masalah obesitas, konsumsi alkohol yang berlebihan, dan usia memiliki anak yang tertunda.

Para peneliti dari Cancer Research UK menekankan pentingnya kepedulian perempuan untuk lebih memerhatikan kesehatannya dengan mengurangi minum alkohol, olahraga, dan menjaga berat sehat.

“Kanker payudara juga dikaitkan dengan riwayat reproduktif perempuan,” kata Dr Kat Arney, dari Cancer Research UK. “Kalau perempuan mempunyai anak lebih awal, risikonya akan berkurang.”

Pembentukan kanker payudara, menurut para peneliti, juga dipicu oleh hormon seks oesterogen, yang menurun selama kehamilan. Karena itu, perempuan yang menunda (atau terpaksa tertunda) memiliki anak akan terpapar oestrogen dalam proporsi yang lebih tinggi, dan dengan sendirinya akan meningkatkan risiko kanker payudara.

Terapi sulih hormon, yang digunakan oleh jutaan perempuan setiap tahun untuk melawan gejala-gejala menopause, juga menjadi penyebab yang lain. Hampir separuh dari mereka yang didiagnosa dengan kanker payudara berusia antara 50 – 69 tahun.

Meskipun demikian, pakar medis ingin menekankan pula bahwa perawatan kanker payudara telah meningkat pesat dibandingkan 10 tahun lalu. “Perempuan yang mengidap kanker payudara lebih banyak, tetapi pertahanan hidup mereka juga meningkat berkat terobosan dalam kewaspadaan tentang kanker payudara, screening, dan perawatannya,” kata Dr. Rachel Greig, dari Breakthrough Breast Cancer.

Studi yang diadakan oleh World Cancer Research Fund pada 2009 menunjukkan bahwa lebih dari 40 persen kasus kanker payudara dapat dicegah bila perempuan mengubah gaya hidupnya. “Pencegahan harus datang dari dua sumber: komitmen pada penelitian mengenai penyebab kanker payudara, dan perempuan sendiri harus membekali diri dengan informasi mengenai risiko penyakit ini,” tutur Dr. Greig.

Sementara itu Sara Hiom, direktur informasi kesehatan di Cancer Research UK, mengatakan bahwa lebih banyak olahraga dan mengonsumsi makanan yang kaya serat namun rendah kadar lemak jenuhnya, dapat membantu menjaga berat badan yang sehat, “Yang hasilnya bisa mengurangi risiko kanker payudara.”

Saran lain yang dikemukakan oleh Dr. Theodore Baroody bagi penderita kanker adalah dengan mengkonsumsi air alkali dalam skala besar. Hal ini didasarkan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa tumor dan kanker tidak dapat hidup dalam keadaan air alkali. Semua pasien-pasien kanker sebaiknya diberikan air alkali, kita sebaiknya selalu minum air alkali agar tubuh kita tidak menyediakan lingkungan yang cocok bagi tumor dan kanker untuk hidup.

Mulai sekarang.... Konsumsi secara rutin air alkali dalam skala besar. Tapi ingat... Jangan hanya sekedar kuantitas, tetapi juga kita harus mempertahankan kualitas. MILAGROS sebagai Super Stable Alkaline memberikan kualitas ke-alkalian air yang stabil dan dengan tingkat pH yang ideal. Sudahkah Anda minum MILAGROS hari ini..?